Delegasi FTB Nobel Indonesia Lakukan Benchmarking ke Ubaya
04 December 2024
Nobel Indonesia Digital Creative
SURABAYA, NIDC -- Delegasi Fakultas Teknologi dan Bisnis (FTB) Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia melakukan Benchmarking ke Universitas Surabaya (Ubaya), pada Rabu (4/12).
Sejumlah petinggi kampus yang berangkat, diantaranya Dr. Ahmad Firman, S.E., M.Si. (Wakil Rektor I), Ir. Agunawan, S.Kom., M.Kom. (Wakil Dekan I FTB), lalu ada Ir. Januar Kulsaputro, S.T.,M.T. (Kaprodi Teknik Industri).
Selain itu, ada juga Ir. Tri Andriani HS Kandora, S.T., M.T. (Kaprodi Teknik Pertambangan),. Muh. Syilfa Nooviar, S.Pd., M.Pd (Kaprodi Pendidikan Teknologi Informasi) dan Rasdi, S.Pi., M.Si. (Kaprodi Teknologi Hasil Perikanan).
Dalam kunjungan tersebut, mereka diterima secara resmi oleh Kaprodi Teknik Industri Ubaya, Ir. Gunawan, S.Si.,M.B.A.,Ph.D.
Wakil Rektor I Nobel Indonesia, Dr. Ahmad Firman, S.E., M.Si. berujar pertemuan antara kedua pihak langsung dengan santai.
"Kami berdiskusi secara santai dan membahas tentang Profil teknik Industri Universitas Surabaya(ubaya) bagaimana pengembangan prodinya, bagaimana kurikulumnya, promosi dan marketing dan lain-lain. Selain itu kami berkunjung ke Laboratorium, lalu berpindah ke gedung teaching industri ubaya untuk melihat mesin CNC untuk produk produk yang dapat langsung dipasarkan kekonsumen maupun untuk ruang lingkup internal Kampus Ubaya," terangnya.
Sementara itu, Wakil Dekan FTB Nobel Indonesia, Ir. Agunawan, S.Kom., M.Kom. mencatat beberapa poin penting dari kunjungannya.
Diantaranya, ihwal pengembangan prodi, kurikulum yang digunakan sudah menggunakan OBE dengan mempersiapkan mahasiswa menjadi ahli dalam mengoptimalkan sistem yang kompleks dan beragam. "Kurikulum dirancang berdasarkan CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) yang meliputi sikap dan tata nilai, penguasaan pengetahuan keterampilan Umum dan keterampilan Khusus lulusan TI Ubaya," urainya.
Sementara, untuk teaching industrinya menggunakan mesin laser cutting, mesin CNC besar dan CNC kecil untuk pengolahan kayu dan Tripleks yang nantinya digunakan untuk menghasilkan produk-produk siap jual seperti mainan anak, gantungan kunci, sampai plakat. Hal ini sebagai salah satu pengembangan kewirausahaan," tandas Agunawan.