join_now_merah

Gandeng Pakar, Mahasiswa FEB Nobel Indonesia Terima Edukasi Ihwal Pembukuan Keuangan UMKM


15 April 2026 Nobel Indonesia Digital Creative

Gandeng Pakar, Mahasiswa FEB Nobel Indonesia Terima Edukasi Ihwal Pembukuan Keuangan UMKM
NIDC -- Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia terus memperkuat kompetensi kewirausahaan mahasiswanya melalui penguatan literasi finansial. Mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menjalani Kuliah Praktisi bertajuk "Pengelolaan Keuangan UMKM", Selasa (14/4).

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Husnul Hatimah, S.E., MSA., AK., CA., selaku Head of Trainer PT Hanna Asa Indonesia sebagai narasumber utama. Dalam sesi tersebut, ia membedah peran krusial pembukuan sebagai fondasi keberlanjutan sebuah usaha. Dalam pemaparannya, Husnul menekankan bahwa kesalahan fatal yang sering dilakukan pelaku UMKM pemula adalah mencampuradukkan keuangan pribadi dengan modal bisnis. Menurutnya, tata kelola keuangan yang buruk menjadi faktor utama mengapa banyak usaha sulit berkembang meski memiliki angka penjualan yang tinggi.

"Pembukuan adalah bahasa bisnis. Tanpa catatan yang rapi, pelaku UMKM seperti berjalan di dalam kegelapan tanpa tahu apakah mereka benar-benar untung atau justru sedang perlahan merugi," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa banyak pengusaha yang terjebak pada perasaan "merasa kaya" karena memegang uang tunai hasil penjualan, padahal belum tentu itu adalah laba bersih. "Jangan terkecoh dengan arus kas masuk. Tanpa pemisahan rekening dan pencatatan yang disiplin, Anda tidak akan pernah tahu berapa modal yang sebenarnya sudah tergerus untuk kebutuhan konsumsi pribadi," tambahnya.

Disisi lain, ia juga mengingatkan bahwa di era digital saat ini, pembukuan seharusnya tidak lagi menjadi beban yang rumit. "Saat ini teknologi sudah menyediakan banyak kemudahan. Mahasiswa harus bisa memanfaatkan aplikasi atau sistem digital agar data keuangan bisa tersaji secara real-time, sehingga keputusan bisnis yang diambil pun akurat, bukan sekadar berdasarkan insting," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pembukuan bukan sekadar tumpukan angka teknis, melainkan instrumen vital yang menentukan "hidup-matinya" suatu bisnis. "Kedisiplinan mencatat keuangan sejak skala mikro adalah latihan mental bagi seorang pengusaha. Jika di skala kecil saja sudah berantakan, maka saat bisnis membesar, potensi kegagalannya pun akan jauh lebih besar," tutupnya.


Berita Lainnya