join_now_merah

Dosen Nobel Indonesia Berkolaborasi dengan Mahasiswa KKN Bantaeng Berikan Pendampingan Entrepreneurship


02 September 2024 Nobel Indonesia Digital Creative

Dosen Nobel Indonesia Berkolaborasi dengan Mahasiswa KKN Bantaeng Berikan Pendampingan Entrepreneurship
NIDC, BANTAENG -- Sejumlah Dosen lingkup Nobel Indonesia Institute mengadakan Seminar Kewirausahaan berkolaborasi dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Bonto Rannu, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng. Diantaranya, Wakil Rektor I Nobel Indonesia, Dr. Ahmad Firman, S.E., M.Si membahas perihal pendampingan entrpreneurship serta Andi Ircham Hidayat, S.Kom., M.Kom (Pendampingan Penggunaan Media Sosial).

Wakil Rektor I, Dr. Ahmad Firman, S.E., M.Si memaparkan dalam materinya, bahwa BUMDES didirikan untuk meningkatkan perekonomian desa, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat."Dalam prinsip pengelolaan BUMDES, ada empat hal yang wajib Bapak/Ibu ketahui dan pahami. Yaitu, prinsip Transparansi dan Akuntabilitas. Jadi Pengelolaan BUMDES harus transparan dan akuntabel untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan meminimalkan konflik.
Lalu, prinsip profesionalisme dan kepakaran. Tentunya, sebagai pengelola BUMDES, memiliki kompetensi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan fungsi mereka," kata Ahmad Firman.

Lebih lanjut, prinsip berikutnya adalah BUMDES harus membangun kemitraan dan sinergi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan usahanya. Dan terakhir, monitoring dan evaluasi. Perlu dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap kinerja BUMDES untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan. "Diwilayah ini, ada banyak potensi sumber daya yang bisa Bapak/Ibu kelola, ada pertanian, perdagangan, parawisata sampai jasa keuangan," lanjutnya.

"Olehnya itu, BUMDES ini sangat punya peran penting dalam meningkatkan ekonomi desa dengan berbagai jenis usaha yang menguntungkan masyarakat. Namun untuk menguatkan itu semua, perlu ada sinergitas dan kemitraan dengan seluruh pihak untuk memperkuat kelembagaan dan pengoptimalan potensi desa," tandasnya.

Sementara, Andi Ircham Hidayat, S.Kom., M.Kom menambahkan, Di era digital saat ini, sosial media marketing menjadi alat yang sangat efektif bagi pelaku UMK untuk mempromosikan produk mereka. Melalui platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok, pelaku UMKM dapat menjangkau audiens yang lebih luas tanpa harus mengeluarkan biaya iklan yang besar. "Konten yang menarik dan strategi pemasaran yang tepat dapat meningkatkan visibilitas produk lokal dan menarik minat konsumen," terangnya.


Berita Lainnya