join_now_merah

Gen Z Banyak Menganggur, Rektor Nobel Indonesia : Kolaborasi Pendidikan Adalah Keniscayaan


19 November 2024 Nobel Indonesia Digital Creative

Gen Z Banyak Menganggur, Rektor Nobel Indonesia : Kolaborasi Pendidikan Adalah Keniscayaan
NIDC -- Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Dr. Ir. H. Badaruddin, S.T., M.M., IPU, ASEAN Eng. menyebut, tantangan besar tengah dihadapi oleh siswa-siswi di Sulawesi Selatan.

Dalam agenda Kolaborasi Pendidikan yang berlangsung via daring, Badar mengatakan lebih dari 20 persen, generasi z banyak yang menganggur mengacu pada data Badan Pusat Statistik. Beberapa faktor yang menyebabkan mereka tidak bekerja, salah satunya tidak memiliki keterampilan.

"Bukan hanya menganggur, tapi mereka tidak punya pendidikan dan keterampilan. Sehingga, saya mendukung untuk berkontribusi meningktkan APK (Angka partisipasi kasar) atau angka partisipasi murni, untuk bisa memperoleh pendidikan yang lebih tinggi," kata Mantan Ketua Yayasan Pendidikan Nobel Makassar itu, Selasa (19/11).

Belum lagi kata dia, lapangan kerja yang kian terbatas. Dengan begitu, praktis para lulusan SMA maupun Sarjana akan berhadapan situasi yang tidak menguntungkan.

"Pemerintah tidak selalu bahkan atau tidak mungkn seterusnya menyiapkan lapangan kerja. Itu hukum alamnya. Itu sebabnya, peran swasta juga penting untuk kemajuan sebuah negara," tegasnya.

"Penyebab lainnya, lulusan dibeberapa perguruan tinggi tidak sesuai kebutuhan kerja, perguruan tinggi juga kebanyakan itu tidak memiliki inovasi untuk menyiapkan lulusan ssuai lapangan kerja, lanjutnya,

Sehingga, Badar berujar kerjasama antara sekolah dan institusi perguruan tinggi adalah sebuah keniscayaan. "Kolaborasi pendidikan dengan Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan adalah tema yang tepat. Itu yang harus kita jaga dan ditingkatkan," tambahnya.

"Semakin tinggi pendidikan semakin besar peluang untuk sukses, meskipun tidak ada jaminan, tetapi kesempatan itu makin besar." tandasnya.


Berita Lainnya