Lulus Tanpa Jalur Skripsi, Begini Penjelasan Kaprodi STI Nobel Indonesia
03 May 2025
Nobel Indonesia Digital Creative
NIDC -- Program studi (Prodi) Sistem dan Teknologi Informasi (STI) berhasil melahirkan beberapa alumni yang kini bergelar Sarjana Komputer (S.Kom), dalam Yudisium Nobel Indonesia Institute, pada Jumat (2/5) kemarin.
Dibalik proses tugas akhir yang mereka tuntaskan, semuanya tidak menjalani skripsi pada umumnya. Melainkan non skripsi. Ketua Prodi STI, Nurkhalik Wahdanial Asbara, S.Kom. M.Kom. menjelaskan, dari 4 orang yang diyudisium, tiga diantaranya mengambil skema jurnal terakreditasi. "Dan satu orang proyek teknologi tepat guna (TTG)," singkatnya.
Secara rinci, tugas akhir yang mereka garap adalah Jurnal yang dipublish dengan judul “Performance Comparison of Simple Linear Regression and Single Exponential Smoothing Methods for Forecasting Nickel Production at PT. Jaga Aman Sejahtera” oleh Sulfiani Putri, “Internet of Things Based Smart Pot Design for Urban Farming in a Limited Area” oleh Atillah Aulyah Rahman dan “Implementation of Content Management System (CMS) in School Website Creation” oleh Ade Putri Halim.
"Sementara mahasiswa lain, Rifay Alilmunur mengerjakan proyek TTG berupa pengembangkan aplikasi proses transaksi minyak tanah antara konsumen dan distributor untuk PT. Lintas Energi Kepton (LEK) di Kota Bau-Bau," tambahnya.
Sementara, Wakil Dekan II Fakultas Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Ir. Agunawan, S.Kom. M.Kom. menjelaskan bahwa dari awal dibentuknya prodi STI kurikulum sudah OBE di mana kurikulum ini berorientasi pada luaran". "2 tahun kemudian Kementerian pendidikan melalui Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 membolehkan tugas akhir selain skripsi dan tentunya makin memantapkan terkait tugas akhir mahasiswa", tutur Mantan Kaprodi STI ini.
Diketahui, total Mahasiswa yang diyudisium sebanyak 81 orang dari Prodi Manajemen, 26 orang Prodi Akuntansi, dan 4 orang dari Prodi Sistem dan Teknologi Informasi (STI).