Mahasiswa KKN Nobel Indonesia Terbitkan NIB Untuk Pelaku UMKM Bonto Bulaeng, Tuai Pujian dari Pemkab Bantaeng
03 September 2024
Nobel Indonesia Digital Creative
NIDC, BANTAENG -- Inisiatif Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nobel dalam mendata 24 UMKM serta membantu menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB) menuai pujian dari
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Bantaeng, Yohanis Phr Romuti, S.IP.
Hal itu dilontarkan pada Selasa (3/9) pada Seminar Kewirausahaan dengan tajuk 'Digitalisasi UMKM, Tantangan Perekonomian Desa Bonto Bulaeng di Era Society 5.0.' di Desa Bonto Bulaeng, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng.
“Terima Kasih atas bantuan Mahasiswa ITB Nobel Indonesia yang telah mendata 24 UMKM dan membantu hingga terbitnya Nomor Induk Berusaha (NIB)”. katanya saat memberikan sambutan.
Yohanis melanjutkan, pemanfaatan media sosial sangat penting dilakukan bagi warga setempat. Terlebih, mereka sudah punya gawai cerdas. “Bapak/Ibu punya ponsel cerdas, manfaatkan media sosial seperti FB agar usahanya makin dikenal”, ungkapnya.
Sementara, Dosen Pembimbing Lapangan Nobel Indonesia yang juga Narasumber dalam seminar kewirausahaan, Ir. Agunawan, S.Kom, M.Kom., berujar pelaku UMKM meminta bijak mengelola berbagai sosial media semisal, Facebook, Instagram sampai akun untuk bisnis.
"Gunakan Facebook (FB) for bisnis, bangun komunitas/group dan konsisten memposting tiap hari di jam yang sama, ungkapnya. Jangan hari ini postingannya sampai 3x kemudian menghilang 3 hari, paparnya sembari bergurau.
Disisi lain, dosen lainnya yakni Aulyah Zakilah Ifani, S.Kom, M.Kom. memaparkan pentingnya digitalisasi bagi UMKM di Desa Bonto Bulaeng. Ia memberi contoh kasus di kampung halamannya, bagaimana mengubah mindset masyarakat di desanya ke arah digital, meski belum didukung sarana yang memadai. “Dan hasil dari digitalisasi inilah yang membiayai penyelesaian S2 saya di Yogyakarta”, ungkapnya.
Diketahui Seminar Kewirausahaan, Mahasiswa KKN juga merangkaikan dengan Seminar Hasil tentang tiga produk yang dibuat selama KKN, yaitu: Kopi Bonto Bulaeng, Minyak Kemiri dan Cairan Cuci Piring. Proses pembuatan produk tersebut dipaparkan oleh Koordinator Desa (Kordes) 12 Bonto Bulaeng, Ilham sambil memutar video pembuatan masing-masing produk.
Kepala Desa Bonto Bulaeng, Muhammad Thamrin, S.E., dalam sambutannya memberi apresiasi terhadap apa yang sudah dilakukan mahasiswa KKN di desanya. "Semoga produk yang dibuat ini dapat dikembangkan oleh masyarakat desa dan dapat menjadi salah satu produk unggulan Desa Bonto Bulaeng. Ini bagus karena kemasannya sudah mendukung, jadi sisa dijual, tukasnya.
Kegiatan seminar kewirausahaan dan hasil mahasiswa KKN, ditutup dengan penyerahan produk yang dihasilkan dari DPL ke Kades Bonto Bulaeng dan penyerahan Sertifikat Narasumber dari Kades kepada 3 orang Narasumber.