Nobel Indonesia Tuan Rumah Diskusi Bersama ABPPTSI Sulsel dan KBRI Dili Timor Leste
05 March 2024
Nobel Indonesia Digital Creative
NIDC -- Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia didapuk sebagai tuan rumah diskusi bersama Asosiasi Badan Pengurus Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Sulawesi Selatan dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili Timor Leste, pada Selasa, (5/3), Jalan Sultan Alauddin. Pertemuan yang berlangsung sekira 10.00 WITA, membahas perihal kerjasama tridharma dengan Perguruan Tinggi di Timor Leste.
Dalam diskusi tersebut, turut hadir sejumlah delegasi Perguruan Tinggi Swasta (PTS), hingga turut hadir Kepala LLDIKTI IX Sultanbatara, Drs. Andi Lukman, M.Si.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili Timor Leste, Ikhfan Haris mengatakan pelajaran di Timor Leste juga ada pelajaran bahasa Indonesia, makanya sejauh ini menjalin kerjasama dengan Indonesia. Sehingga kalau soal bahasa, kedepan sangat aman karena di Timor Leste memakai bahasa Indonesia dalam kegiatan sehari-hari. Sebab banyak juga pejabat di sana yang merupakan alumni dari Indonesia.
"Konteks saat ini yang dilakukan yakni perluasan pembelajaran bahasa Indonesia. Saat ini di Kampus, bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran wajib. Perguruan Tinggi buka ruang, akan mendatangkan LAM B untuk mengasesor 3 program studi. Laku institutor nasional juga bisa potensial untuk kerjasama," katanya.
Ada 21 kementerian di Timor Leste, semuanya bisa menjadi potensi untuk kerjasama. Misalnya kampus kesehatan bisa kerjasama dan kolaborasi dengan kementerian kesehatan.
“Satu negara ini dokter giginya hanya ada 20 orang. Ada satu distrik di Timor Leste juga penduduknya banyak tapi sedikit tenaga pengajar,” ucapnya.
Untuk itu Mei nanti tiga mahasiswa dari Institusi ke nobel untuk belajar. Peluang ini lebih muda,karena bahasa sama. Lalu ada juga sedang jalan lima judul riset dengan Thailand. Lalu kerjasama dengan launching jurnal internasional. “Mahasiswa banyak dari vietnam, china, thailand. Sehingga kini mau gandeng Indonesia,” ucapnya.
Kedepan jika pola yang digampangkan, dan ada banyak ruang untuk kolaborasi maka ini sangat bisa dijalankan secepatnya.
Sementara, Kepala LLDIKTI IX Sultanbatara, Drs. Andi Lukman, M.Si. menganggap tentunya untuk kerjasama indikator kinerja utama dianggap berhasil itu ada tiga, yaitu hasil kerja dosen yang dipakai masyarakat. Lalu prodi bekerjasama dengan perusahaan dan prodi bertandar internasional.
Kerjasama dengan Timor leste nanti dilihat kedepannya apa yang bakal diperbanyak. Apakah penelitiannya sehingga ini yang bakal di genjot. Untuk itu pertemuan kali ini merancang dulu bekerjasama PT luar negeri, sama halnya dengan bekerjasama dengab PT dalam negeri.
“Kalau luar negeri tentu kita rancang world class university. Dengan ada ya pertukaran mahasiswa di Sulsel ini ke internasional sebagai cara lebih memperluas jejaring,” ucapnya.
Kata Andi Lukman, saat ini jamannya bukan berusaha sendiri tetapi berkolaborasi. Ini juga cara memperlihatkan bahwa kampus di wilayah IX itu berkembang.
Oleh karena itu sangat strategis dilakukan kerjasama dengan PT di Timor leste untuk pengembangan pendidikan dan sumbedaya manusia. Tentunya langkah yang pasti untuk dilakukan.
“Kita ingin mendongkrak kualitas, apalagi dengan ini bisa menaikkan akreditasi prodi hingga unggul karena sampai internasional,” ucapnya.
Apalagi kedepan bisa saja kerjasama diperluas dengan industri yang ada di timur leste. itu 234 PT dengan 14 ribu dosen dan 369 ribu mahasiswa.