Puluhan Mahasiswa Padati Ballroom Nobel Indonesia, Belajar Seni Tari dan Musik Lokal
26 May 2024
Nobel Indonesia Digital Creative
NIDC, -- Puluhan Mahasiswa lintas kampus di Kota Makassar, memadati Ballroom Nobel Indonesia Convention, Jalan Sultan Alauddin, pada Sabtu (25/6) dalam agenda "Workshop Seni Tari dan Musik".
Kegiatan yang berlangsung mulai 25-26 Mei ini, menghadirkan dua pemateri, yakni Lingga Devi serta Dzulfitra Ramadani Mar.
Lingga Devi selaku pemateri pertama membahas ihwal Tari Paduppa mengatakan tari paduppa merupakan warisan budaya yang terus dilestarikan dan tetap dijaga. "Selaku generasi muda, kalian harus bangga terhadap budaya lokal," terang Lingga.
Selain itu, tarian paduppa juga sangat penting untuk menjaga eksistensi, sehingga tidak ditelan zaman. Disisi lain, ia menambahkan, tantangan yang dihadapi pelestarian tari paduppa ini sangat beragam. "Diantaranya, makin banyaknya budaya asing yang masuk dan mempengaruhi gaya hidup masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga dapat menggeser minat mereka terhadap budaya lokal seperti tari Paduppa. Perubahan gaya hidup dan pola pikir masyarakat modern yang cenderung lebih praktis dan kurang menghargai nilai-nilai tradisional," lanjutnya.
Untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut, diperlukan upaya yang komprehensif, melibatkan peran aktif pemerintah, budayawan, seniman, dan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam melestarikan tari Paduppa sebagai warisan budaya yang berharga.
Disisi lain, Dzulfitra Ramadani Mar menjelaskan, selaku pewaris budaya seni musik di Sulawesi Selatan wajib untuk mengenalkan kembali kekayaan musik tradisional pada Mahasiswa. "Tentunya ini juga sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan apresiasi pada warisan budaya yang kian terkikis oleh arus globalisasi dan budaya asing yang masuk kedalam negeri," tukasnya.
Selama dua hari penuh, puluhan Mahasiswa berkesempatan mempraktikkan gerakan tari hingga memainkan beragam alat musik tradisional, seperti kecapi, gendang, dan ganrang.