NIDC -- Tiga program studi (prodi) di Fakultas Pascasarjana (FPS), Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia menjalani lokakarya Revisi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) Tahun 2025. Adapun tiga prodi tersebut, ialah Magister Manajemen, Magister Keuangan Publik, serta Magister Manajemen dan Kewirausahaan.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan Permendikti Saintek No. 39 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan pendidikan tinggi, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari alumni, mahasiswa, asosiasi profesi, pengguna lulusan, dosen, hingga pejabat struktural ITB Nobel Indonesia. Workshop ini bertujuan untuk memastikan kurikulum yang disusun selaras dengan regulasi nasional, standar mutu pendidikan tinggi, serta kebutuhan dunia kerja dan sektor publik.
Pendekatan OBE yang diterapkan menitikberatkan pada capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang terukur, relevan, dan berbasis kompetensi. Dekan Fakultas Pascasarjana, Prof. Dr. Ahmad Firman, S.E., M.Si dalam sambutannya, menegaskan bahwa revisi kurikulum bukan sekadar penyesuaian administratif, melainkan transformasi akademik yang strategis.
“Kurikulum OBE Tahun 2025 harus mampu menjawab tantangan global, memperkuat kompetensi riset dan profesional mahasiswa, serta memenuhi ketentuan Permendikti Saintek No. 39 Tahun 2025 agar tata kelola akademik kita semakin akuntabel dan berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Sumber Daya, Dr. Fitriani Latief, S.P., M.M, menyampaikan bahwa proses revisi dilakukan secara komprehensif melalui evaluasi profil lulusan, CPL, struktur mata kuliah, serta sistem asesmen pembelajaran. “Kami memastikan setiap mata kuliah memiliki keterkaitan yang jelas dengan capaian pembelajaran dan kebutuhan pengguna lulusan. Keterlibatan alumni, asosiasi profesi, dan stakeholder menjadi bagian penting dalam menjaga relevansi kurikulum,” jelasnya.
Dalam forum diskusi, delegasi asosiasi profesi menekankan pentingnya kesesuaian kurikulum dengan standar kompetensi dan sertifikasi profesional. Pengguna lulusan dari sektor pemerintahan dan dunia usaha memberikan masukan terkait penguatan analisis kebijakan, manajemen strategis, tata kelola keuangan publik, inovasi bisnis, serta literasi digital.
Selain itu, alumni turut berbagi pengalaman mengenai tantangan di dunia kerja, sedangkan mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait penguatan pembelajaran berbasis riset, studi kasus, dan kolaborasi industri. Para dosen sebagai tim pengembang kurikulum memaparkan rancangan pembaruan bahan kajian, integrasi project-based learning, serta sistem evaluasi berbasis kinerja sesuai prinsip OBE.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Pascasarjana ITB Nobel Indonesia menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan magister yang unggul, profesional, dan berdaya saing tinggi. Revisi Kurikulum OBE Tahun 2025 yang selaras dengan Permendikti Saintek No. 39 Tahun 2025 diharapkan mampu memperkuat mutu akademik sekaligus menjawab kebutuhan pembangunan di tingkat nasional maupun global.