ENREKANG, NIDC -- Guna menekan angka ketimpangan pemahaman teknologi di wilayah pedesaan, Himpunan Mahasiswa Sistem dan Teknologi Informasi (HIMASTI) Institut Teknologi dam Bisnis Nobel Indonesia terjun langsung ke SMAN 12 Enrekang, Desa Buttu Batu, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, pada 20–21 Juli 2026.
Dalam agenda yang bertajuk Gen Tech School, puluhan Mahasiswa memberikan pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang diintegrasikan langsung dengan aplikasi praktis seperti Canva dan Microsoft Word.
Menurut Ketua Umum HIMASTI Nobel Indonesia, Haikal, program ini hadir sebagai solusi atas masih minimnya penyerapan dan akses teknologi digital di tingkat sekolah menengah atas di kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa penetrasi teknologi di area luar perkotaan masih membutuhkan dorongan nyata dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi dan mahasiswa. "Urgensi utama kami datang ke SMAN 12 Enrekang adalah fakta bahwa pengetahuan teknologi di sekolah ini masih sangat minim. Padahal, persaingan di dunia perkuliahan maupun kerja mendatang menuntut kemahiran digital yang setara," ungkap Haikal, Ketua Umum HIMASTI, Rabu (22/7).
Haikal menjelaskan, materi difokuskan pada penggabungan AI ke platform populer agar para siswa dapat langsung merasakan dampaknya dalam kegiatan belajar mengajar harian. "Kami tidak hanya mengajarkan teori AI yang terkesan rumit, tetapi langsung mengorelasikannya dengan Canva dan Word. Jadi siswa tahu cara memakai AI untuk membuat tugas sekolah lebih rapi dan mendesain presentasi secara cepat namun profesional," pungkasnya.
Melalui aksi nyata ini, pihaknya berharap langkah kecil dari pelosok Enrekang ini mampu memicu pemerataan literasi teknologi bagi generasi muda di Sulawesi Selatan.