NIDC – Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia sukses menggelar kegiatan Kuliah Praktisi yang berlangsung selama dua hari dengan tema “Dari Pit ke Kapal: Tahapan Penambangan Bijih Nikel Laterit hingga Barging.”
Kegiatan kuliah praktisi yang berlangsung mulai 13 hingga 14 Januari ini, bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa mengenai alur kegiatan pertambangan nikel laterit secara menyeluruh. Materi yang disampaikan mencakup proses penambangan di pit, pengelolaan material tambang, hingga tahapan pengangkutan dan pemuatan bijih nikel ke kapal atau proses barging.
Melalui pemaparan langsung dari praktisi industri yang berpengalaman, mahasiswa memperoleh wawasan nyata mengenai penerapan teori di lapangan. Selain itu, turut dibahas standar operasional pertambangan, aspek keselamatan kerja, serta berbagai tantangan teknis dan lingkungan dalam kegiatan pertambangan modern.
Salah satu narasumber kegiatan, Muh. Fajar Parawansyah, S.T., Sr. Staff Operation PT. Dua Putra Barkah Mineral Site – PT. Bumi Mineral Sulawesi, menekankan pentingnya pemahaman proses operasional secara menyeluruh bagi mahasiswa. “Kegiatan pertambangan nikel merupakan rangkaian proses yang panjang, mulai dari aktivitas di pit, pengelolaan material, hingga proses barging. Melalui kuliah praktisi ini, mahasiswa dapat memahami secara nyata bagaimana setiap tahapan tersebut berjalan sesuai standar industri,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa dunia pertambangan menuntut kesiapan mental dan pemahaman teknis yang kuat. “Teori yang dipelajari di kampus harus mampu dipadukan dengan kondisi lapangan. Mahasiswa perlu memahami bahwa kedisiplinan terhadap SOP dan aspek keselamatan kerja menjadi kunci utama keberhasilan operasional pertambangan,” jelas Muh. Fajar.
Sementara itu, narasumber kedua, Muh. Suaib Husaini, S.T., Supervisor PT. Indo Mining Tiga Perkasa, Kontraktor PT. Vale Site Morowali, turut memberikan pandangan mengenai tantangan dunia kerja pertambangan saat ini. “Industri pertambangan sangat dinamis dan penuh tantangan. Karena itu, mahasiswa harus dibekali pemahaman yang kuat tentang alur kerja dari hulu ke hilir, termasuk proses pengangkutan material hingga pemuatan ke kapal,” tuturnya.
Menurutnya, kegiatan kuliah praktisi menjadi wadah yang sangat efektif untuk mempertemukan mahasiswa dengan realitas industri. “Kegiatan seperti ini sangat membantu mahasiswa untuk lebih siap menghadapi dunia kerja. Mereka tidak hanya belajar konsep, tetapi juga mendapatkan gambaran langsung tentang praktik pertambangan yang sesungguhnya,” tambah Suaib.