NIDC -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia, sepakat menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), pada Selasa (3/2).
Prosesi penandatangan nota kesepahaman tersebut, dilakukan langsung oleh Rektor ITB Nobel Indonesia, Dr. Ir. H. Badaruddin, S.T., M.M. IPU, ASEAN Eng. Kerjasama ini sendiri merupakan komitmen kedua pihak dalam rangka memperkuat kerjasama strategis di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, S.H., M.Si. selaku delegasi memaparkan, penandatanganan MoU ini menjadi langkah konkret dalam membangun sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Kolaborasi ini secara khusus diarahkan untuk mendukung Visi Gubernur Sulawesi Tengah “Berani Cerdas dan Berani Sehat”, melalui berbagai program pendidikan, riset terapan, peningkatan kapasitas aparatur, serta kegiatan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. "Kerja sama ini dilandasi oleh kesamaan visi antara ITB Nobel Indonesia dan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah dalam pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan daerah," katanya di ITB Nobel Indonesia, Jl. Sultan Alauddin.
Sementara, Wakil Rektor II Nobel Indonesia bidang Innovation, Internationalization & Partnership, Dr. H. Muhammad Hidayat, S.E., M.M. melanjutkan, dengan kemitraan ini, kedua institusi bertekad untuk mengoptimalkan peran masing-masing dalam memperkuat kapabilitas sumber daya manusia, baik di lingkungan pemerintahan, dunia pendidikan, maupun masyarakat luas.
ITB Nobel Indonesia akan berkontribusi melalui keunggulan akademik, inovasi, dan pengembangan keilmuan, sementara Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah berperan sebagai mitra strategis dalam implementasi kebijakan dan program pembangunan berbasis kebutuhan daerah. "Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi titik awal dari berbagai program kolaboratif yang berkelanjutan, inovatif, dan berdampak nyata, guna mewujudkan sumber daya manusia yang cerdas, sehat, dan berdaya saing, sebagaimana cita-cita bersama dalam mendukung pembangunan Sulawesi Tengah yang inklusif dan berkelanjutan," sambungnya.