PINRANG, NIDC -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia secara resmi diterima oleh Pemerintah Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang. Acara penerimaan tersebut berlangsung hangat dan disambut langsung oleh Sekretaris Kecamatan Suppa, A. Muliana, S.E., bersama para kepala desa dan lurah setempat.
Secara rinci Mahasiswa akan tersebar di 10 titik lokasi yang mencakup delapan desa dan dua kelurahan di wilayah Kecamatan Suppa. Panitia KKN Tematik ITB Nobel Indonesia, Dr. Karlina Ghazalah Rahman, S.E., M.Ak., M.E., Ak., ACPA., menyampaikan rasa syukur atas sambutan positif dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat terhadap kedatangan para mahasiswa.
"Kemarin, Alhamdulillah, penerimaan mahasiswa KKN Tematik diterima dengan sangat baik oleh Ibu Sekretaris Kecamatan Suppa, A. Muliana, S.E., beserta perwakilan dari 8 desa dan 2 kelurahan," ungkapnya, Senin (27/7).
Dalam arahannya, eks Kaprodi Akuntansi itu memberikan pesan mendalam kepada seluruh mahasiswa bimbingannya agar senantiasa menjaga sikap dan integritas selama menjalankan program kerja di tengah masyarakat. "Saya berpesan agar mahasiswa selalu menjaga nama baik kampus dan menekankan etika di setiap pelaksanaan program KKN di wilayahnya masing-masing," tegasnya.
Selain menekankan pentingnya etika dan adab bermasyarakat, Karlina juga mengingatkan para mahasiswa untuk mewaspadai kondisi cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah Kabupaten Pinrang. Faktor kesehatan dinilai menjadi kunci utama kelancaran pengabdian mereka.
"Cuaca di Kabupaten Pinrang saat ini sedang musim kemarau, sehingga para mahasiswa diharapkan dapat menjaga kesehatan dengan baik. Semoga setiap langkah KKN kita bernilai manfaat bagi warga dan menampung kenangan indah sebanyak-banyaknya," tutupnya.
Diketahui, sebanyak 350 Mahasiswa nantinya akan melakukan pengabdian pada masyarakat. Namun, tentunya mereka tidak akan jalan secara buta. Kabid Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kab. Pinrang, Dra. Hj. Sumarni Menga dalam sesi pembekalan Mahasiswa, belum lama ini menjelaskan, Kabupaten Pinrang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan daerah dengan potensi besar di sektor pertanian dan perikanan.
Namun, mayoritas komoditas unggulan tersebut masih dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai ekonomisnya tergolong rendah. Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar daerah saat ini adalah mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar menjual bahan mentah menjadi produk olahan bernilai tambah.
"Pinrang ini dikenal sebagai lumbung pangan, sektor perikanan dan pertaniannya kuat. Tapi mayoritas masih dijual mentah. Di sinilah kita dihadapkan untuk memberi edukasi. Agar mendapat keuntungan lebih besar, harus ada pengolahan, branding, dan pemasaran berbasis digitalisasi melalui pendampingan kepada masyarakat," ujar Sumarni saat memberikan materi pembekalan, di Ballroom Nobel Convention Center, Jl. Sultan Alauddin.
Disisi lain, ia membeberkan bahwa ada enam akar masalah utama yang kerap ditemui saat melakukan pemantauan di lapangan. Beberapa diantaranya ialah rendahnya nilai jual, ketebatasan SDM, kendala legalitas, hingga minimnya literasi digital dan branding.
Sehingga, ia berharap ratusan Mahasiswa ITB Nobel Indonesia dapat menjadi angin segar sekaligus katalis perubahan di desa-desa sasaran. Para mahasiswa diproyeksikan bertindak sebagai konsultan muda yang mendampingi warga mengatasi hambatan bisnis.
Apalagi, program KKN ini juga akan diselaraskan dengan agenda nasional berupa penguatan 100 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang diposisikan sebagai jantung perekonomian desa, dengan UMKM sebagai mesin penggerak dan koperasi sebagai ekosistem pelindungnya.
"Kehadiran anak-anak KKN kita harapkan datang sebagai solusi dan konsultan pintar untuk mencari jalan keluar. Jika produk olahan sudah dikemas dengan baik, punya NIB, dan legalitas lengkap, bahan yang tadinya bernilai rendah akan melipatgandakan nilainya menjadi produk unggulan daerah," pungkasnya.