join_now_merah

Lepas Mahasiswa KKN Tematik di Lanrisang, Dekan FEB ITB Nobel Tekankan Pentingnya Merawat Kearifan Lokal dan Jejak Kebaikan


28 July 2026 Nobel Indonesia Digital Creative

Lepas Mahasiswa KKN Tematik di Lanrisang, Dekan FEB ITB Nobel Tekankan Pentingnya Merawat Kearifan Lokal dan Jejak Kebaikan
PINRANG, NIDC — Penerjunan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia di Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, menjadi ajang perjumpaan penting antara teori akademis dan realitas sosial masyarakat.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ITB Nobel Indonesia, Dr. H. Muh. Idris, S.E., M.Si., menegaskan bahwa KKN Tematik bukan sekadar seremoni penyerahan mahasiswa, melainkan proses pembelajaran hidup yang sesungguhnya.

"Hari ini bukan sekadar seremoni penyerahan mahasiswa kepada pemerintah kecamatan. Hari ini adalah perjumpaan antara dunia ilmu dengan dunia kehidupan. Kampus telah membekali mahasiswa dengan teori dan konsep ilmiah, namun masyarakatlah yang akan mengajarkan kebijaksanaan, kesabaran, keikhlasan, serta makna nyata dari pengabdian," ujar Muh. Idris, Senin (27/7).

Dalam arahannya, Muh. Idris menyampaikan filosofi pengabdian intelektual. Ia mengibaratkan seorang sarjana seperti pohon yang berbuah bukan untuk dikonsumsi sendiri, melainkan untuk memberikan dampak luas bagi lingkungan sekitar.

"Nilai seorang intelektual tidak hanya diukur dari tingginya ilmu, tetapi dari sejauh mana ilmu itu menghadirkan manfaat bagi masyarakat. KKN Tematik adalah ruang belajar yang sesungguhnya, di mana pembangunan dipahami lewat mendengar suara warga, memahami harapan mereka, dan berjalan bersama mencari solusi berbasis potensi lokal," ungkapnya.

Ia juga berpesan agar mahasiswa menanggalkan ego akademis dan memposisikan masyarakat sebagai mitra belajar yang kaya akan kearifan lokal.

"Saya berharap mahasiswa hadir bukan sebagai orang yang merasa paling tahu, melainkan sebagai sahabat yang mau belajar. Masyarakat bukan objek pengabdian, melainkan mitra. Ketika ilmu pengetahuan bertemu dengan kearifan lokal, di sanalah lahir perubahan yang berkelanjutan," jelasnya.

Menutup penyampaiannya di hadapan jajaran pemerintah kecamatan dan desa, Muh. Idris menitipkan para mahasiswa sekaligus berpesan agar peserta KKN senantiasa menjaga almamater dan etika selama berada di lokasi pengabdian.

"Kepada pemerintah dan masyarakat Lanrisang, kami menitipkan anak-anak kami. Bimbing dan arahkan mereka. Untuk mahasiswa, ingatlah bahwa jejak yang paling lama dikenang bukanlah jejak kaki di tanah, melainkan jejak kebaikan yang tertanam di hati manusia. Jadikan setiap program kerja mampu meninggalkan manfaat nyata bahkan setelah KKN berakhir," pungkasnya.


Berita Lainnya