Mahasiswa THP Nobel Indonesia Serius Pelajari Tiga Fase Kemunduran Ikan Pasca Mati
04 January 2025
Nobel Indonesia Digital Creative
NIDC -- Mahasiswa Prodi Teknologi Hasil Perikanan (THP) Nobel Indonesia, terlihat serius menjalani praktikum. Kali ini, mereka diajarkan mengenal proses pembusukan yang terjadi pada ikan.
Dosen Pengampuh THP, Umniyah Musdhalifah Yusran, S. Pi., M. Si. menjelaskan, dalam mata kuliah penurunan mutu hasil perikanan, ikan akan mengalami tiga fase kemunduran mutu setelah ia mati.
"Yang pertama adalah pre rigor (proses terlepasnya lendir pada tubuh ikan), rigor (terjadi kekakuan pada tubuh ikan akibat terbentuknya aktomiosin), dan post rigor (proses pembusukan yang ditandai melunaknya kembali tubuh ikan)," terang Umniyah, Sabtu (4/1) di Kampus Nobel Indonesia, Jl.Sultan Alauddin.
Disisi lain, ia mengatakan dalam praktek pengolahan tumbuhan laut bahwa, salah satu tumbuhan laut yang paling banyak manfaat adalah rumput laut. Sehingga pada praktikum ini, Mahasiswa diperkenalkan salah satu produk yang dapat dihasilkan dari rumput laut, yaitu sabun bakterial.
"Pemanfaatan rumput laut merah dalam teknologi pengolahan tumbuhan laut untuk pembuatan sabun bakterial menawarkan manfaat ganda, yakni membersihkan dan melindungi kulit dari bakteri," katanya.
"Kandungan polisakarida dan antioksidan dalam rumput laut merah membantu menjaga kelembapan kulit, memberikan perlindungan alami terhadap iritasi. Dengan inovasi ini, sabun bakterial tidak hanya efektif, tetapi juga memberikan perawatan kulit yang lembut dan sehat." tukasnya.