NIDC -- Memahami alur pemasaran dan ketepatan membidik target pasar menjadi kunci utama keberhasilan suatu bisnis. Hal tersebut ditegaskan oleh Alumni ITB Nobel Indonesia yang didapuk menjadi narasumber, Muh. Yusran Herman, dalam kegiatan Digitalpreneur yang diperuntukkan bagi mahasiswa baru Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia,di Nobel Convention Center, Jl. Sultan Alauddin, belum lama ini.
Dalam pemaparannya, alumnus dari Manajemen itu membedah strategi pemasaran secara praktis, mulai dari pembentukan persepsi awal, amplifikasi pesan, hingga taktik memicu penjualan (sales). Menurut Yusran yang juga Marketing Tastea (Moovs), persepsi kualitas suatu produk sangat ditentukan oleh tampilan visual dan pelayanan yang diberikan kepada konsumen.
"Prosesnya itu adalah kita bangun dulu makna dan persepsinya orang. Kapan outlet kita rapi dan keren, persepsinya adalah produknya berkualitas atau konsumen mau terasosiasi sama citra keren tersebut," ujar Yusran.
Yusran juga membeberkan penggunaan taktik psikologi penjualan seperti diskon terbatas (flash sale) pada platform e-commerce maupun aplikasi pesan antar makanan untuk mendorong transaksi secara cepat.
"Tugas sales itu memancing orang untuk melakukan transaksi. Taktik seperti flash sale tujuannya menciptakan dorongan agar pembeli melakukan check out saat itu juga di rentang waktu tertentu," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan para peserta pentingnya ketepatan membidik sasaran agar penawaran produk tetap relevan dengan kebutuhan calon pembeli. "Kita tidak bisa menjual ke orang yang tidak butuh produk. Ketahui dulu sama siapa kita akan menjual, baru tentukan cerita dan solusi apa yang sesuai. Sama halnya menawarkan mobil listrik ke konsumen di rumah subsidi yang daya listriknya belum cukup untuk ngecas, tentu itu bukan solusinya," tukasnya.