join_now_merah

Perkuat Kerja Sama Internasional, ITB Nobel Indonesia Sukses Gelar Kompetisi Bisnis Daring


17 October 2026 Nobel Indonesia Digital Creative

Perkuat Kerja Sama Internasional, ITB Nobel Indonesia Sukses Gelar Kompetisi Bisnis Daring
NIDC -- Pembatas wilayah tidak menjadi penghalang bagi perguruan tinggi di Asia Tenggara untuk saling bersinergi dalam mencetak wirausahawan muda.  Melalui unit Nobel International Office (NIO), Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia sukses menggandeng Nueva Ecija University of Science and Technology (NEUST) Filipina dan TGBC University dalam menyelenggarakan Youth Globalpreneur Competition 2026.

Ajang kompetisi bisnis internasional yang berlangsung secara daring sejak 11 Juli hingga 3 Oktober 2026 ini diikuti lebih dari 20 tim peserta dari tiga negara, yakni Indonesia, Filipina, dan Thailand. Kolaborasi strategis ini digagas sebagai langkah konkrit untuk memperluas jaringan kemitraan global sekaligus memfasilitasi pertukaran ide kewirausahaan lintas negara.

Head of Nobel International Office, Mutialdi Mubyl Handaling, S.I.Kom., menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan yang dirancang selama kurang lebih tiga bulan ini merupakan wujud nyata komitmen kampus dalam membangun diplomasi pendidikan di tingkat regional.

"Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi internasional antara Nobel International Office, ITB Nobel Indonesia, NEUST University, dan TGBC University untuk memperluas kerja sama institusi serta memfasilitasi pertukaran pengalaman antarpeserta," ujar Aldi sapaannya. 

Melalui kemitraan ini, para peserta yang terdiri dari siswa hingga mahasiswa diberikan kesempatan untuk merancang Business Model Canvas (BMC), menyusun konsep bisnis yang inovatif, serta mempresentasikannya secara langsung di hadapan dewan juri lintas negara via platform Zoom.

"Youth Globalpreneur Competition 2026 merupakan wadah bagi siswa hingga mahasiswa dari berbagai negara untuk mengembangkan serta mempresentasikan ide bisnis dan inovasi yang mereka miliki dalam lingkungan kompetisi internasional," katanya.

Proses penilaian dilakukan secara terstruktur dan transparan oleh empat adjudicators (juri) dari institusi yang terlibat. Berdasarkan hasil konsolidasi penilaian akhir, tim Talinkpapa dari NEUST (Filipina) berhasil meraih predikat sebagai pemenang utama (Winner). Sementara itu, tim AquaPunk dari ITB Nobel Indonesia berhasil mengamankan posisi enam besar (Runner Up 5).

Disisi lain, Aldi menegaskan bahwa inti dari jaringan kerja sama ini bukan sekadar menentukan pemenang, melainkan dampak pembelajaran jangka panjang bagi para peserta. "Selain menghasilkan tim pemenang seperti Talinkpapa dari NEUST Philippines, seluruh peserta—termasuk yang belum meraih peringkat—mendapatkan pengalaman berharga dalam menyusun konsep bisnis, presentasi, dan berkompetisi secara global," tuturnya.

Ke depan, Nobel International Office berencana untuk terus meningkatkan skala kerja sama internasional ini dengan merangkul lebih banyak institusi pendidikan tinggi dari negara-negara lain.

"Ke depan, kami merekomendasikan agar Youth Globalpreneur Competition terus dilanjutkan dengan cakupan peserta yang lebih luas, peningkatan koordinasi antar-institusi, serta optimalisasi publikasi program internasional," pungkasnya.


Berita Lainnya