NIDC -- Founder DSI Group sekaligus akademisi, Syamsuria Syamsuddin, membekali ratusan mahasiswa baru Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia dengan strategi membangun bisnis yang berkelanjutan. Dalam pemaparannya, pria yang akrab disapa Syam ini menekankan pentingnya menguasai dua prinsip dasar kewirausahaan sejak dini.
"Dua prinsip ini kalau Anda mampu menjalankan, pasti di mana pun Anda bikin usaha akan berhasil. Pertama adalah good to people, bagus dalam mengelola orang. Dan yang kedua adalah good to money, mampu mengelola uang dengan baik," ujar Syam di Nobel Convention Center, Jl. Sultan Alauddin, Selasa (13/10).
Ia menegaskan bahwa tidak ada bisnis besar yang dapat berdiri sendiri tanpa keterlibatan orang lain. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk mengasah kemampuan interaksi sosial dan manajemen keuangan pribadi secara disiplin.
"Jadi dua hal Anda harus berlatih mulai dari sekarang, berlatihlah untuk mengelola orang dengan ikut organisasi kampus, punya banyak kenalan. Dan yang kedua, mulailah berlatih untuk bagus dalam mengelola uang dan melakukan pencatatan keuangan harian," tambahnya.
Dalam konteks Entrepreneurship in Hospitality, Syam membagikan pengalamannya mengenai pelayanan di salah satu restoran terbaik dunia di New York, AS, untuk membedakan antara service dan hospitality.
"Kalau kita ke restoran dilayani dengan senyum dan bahasa santun, itu hanya service. Tapi hospitality itu adalah sebuah level di mana kita melewati sekadar pelayanan, yaitu memberikan sesuatu yang ekstra dari apa yang di-expect oleh pelanggan," jelas Syam.
Syam merincikan bahwa kunci utama bisnis berbasis hubungan antarmanusia terletak pada empati serta keberhasilan dalam menciptakan ikatan emosional dengan para pelanggan.
"Di bisnis kuliner, alasan utamanya adalah untuk membuat customer merasa terlihat, disambut, dan memiliki sense of belonging. Resep utama untuk menjadikan customer loyal adalah membuat mereka merasa dimengerti," ungkapnya.
Dari hal tersebut, ia mengingatkan mahasiswa baru bahwa langkah awal memulai sebuah usaha bukanlah mencari ide yang rumit, melainkan peka terhadap berbagai permasalahan di lingkungan sekitar. "Kalau mau mulai usaha, yang paling penting sekarang cari dulu masalahnya. Jangan langsung berpikir 'bisnis apa yang bagus nih?', tapi kelilingi masalah. Terapkan tiga prinsip ini, temukan masalahnya, carikan solusi, dan jual atau monetize solusi tersebut," tukasnya.