NIDC -- Menjawab maraknya fenomena investasi keliru dan pola pikir ingin cepat kaya (get-rich-quick) di kalangan generasi muda, Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia menekankan pentingnya pemahaman investasi yang sehat dan berbasis manajemen risiko sejak dini.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Nobel Entrepreneurs Talk (.NET) 2026 yang dirangkaikan dengan inisiatif pembangunan Galeri Edukasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di sekolah, Sabtu (29/8/2026).
Pembina UKM Pecinta Pasar Modal (PPM) ITB Nobel Indonesia, Dr. Abdullah, S.E., M.Si., menegaskan bahwa edukasi pasar modal bagi pelajar dan mahasiswa tidak boleh dimaknai sebagai ajang spekulasi untuk meraih keuntungan instan.
"Investasi tidak boleh dipahami sebagai sarana untuk mendapatkan keuntungan secara cepat, melainkan sebagai proses pembelajaran dalam merencanakan masa depan, mengambil keputusan secara bijak, memahami risiko, dan membangun disiplin keuangan," tegas Doel sapaan karibnya.
Eks Ketua LPMI Nobel Indonesia ini menambahkan, pemahaman finansial yang utuh menjadi krusial agar generasi muda memiliki ketahanan ekonomi dan tidak mudah tergiur oleh penawaran investasi berisiko tinggi tanpa kalkulasi yang matang.
Guna menghadirkan ruang belajar yang berkelanjutan, ITB Nobel Indonesia menggandeng BEI, Korea Investment and Sekuritas Indonesia, serta Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Wilayah II – Gowa untuk menghadirkan Galeri Edukasi BEI di tingkat sekolah.
Fasilitas ini dirancang sebagai wadah interaktif bagi para siswa untuk mendalami dunia pasar modal, literasi keuangan, dan kewirausahaan secara aman. "Saya berharap galeri ini nantinya bukan hanya menjadi fasilitas fisik, tetapi menjadi ruang belajar dan ruang bertumbuh bagi para siswa. Tempat untuk bertanya, berdiskusi, serta mengenal dunia investasi secara rasional," lanjutnya.