NIDC -- Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI), Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Dr. Abdullah, S.E., M.Si, memberi arahan penting dalam agenda Pelatihan Integrasi Rantai Pasok dan Operasional Berkelanjutan, Rabu (13/5).
Selaku Dekan, ia berujar bahwa agenda ini merupakan bagian penting dari komitmen Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia dalam memperkuat sinergi antara pengembangan akademik dan peningkatan employability mahasiswa.
"Kami meyakini bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori di ruang kelas, tetapi juga harus mampu membentuk lulusan yang adaptif, kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia industri yang terus berkembang", ujarnya.
Oleh karena itu, eks Kepala LPMI Nobel Indonesia mengatakan mahasiswa Teknik Industri perlu dibekali tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis, kemampuan berpikir kritis, komunikasi profesional, serta pemahaman terhadap kebutuhan industri modern.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya integrasi rantai pasok dan operasional berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi industri di era globalisasi dan perkembangan teknologi saat ini. "Tema ini sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin menuntut efisiensi, kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan dalam setiap proses bisnis dan industri," sambungnya.
Disisi lain, ia juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Ketua Program Studi Teknik Industri, para narasumber, moderator, panitia pelaksana, dan seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Kehadiran praktisi dan akademisi dalam forum seperti ini menjadi ruang pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kesiapan karier mereka.
"Harapan kami, kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menjadi lulusan Teknik Industri yang unggul, profesional, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global," tutupnya.