join_now_merah

Mahasiswa Prodi Teknik Industri Nobel Indonesia Asah Skill Analitik


13 May 2026 Nobel Indonesia Digital Creative

Mahasiswa Prodi Teknik Industri Nobel Indonesia Asah Skill Analitik
NIDC -- Kemampuan analitik menjadi salah satu fokus yang patut diasah oleh Mahasiswa program studi Teknik Industri Nobel Indonesia. Salah satu pemateri dalam "Pelatihan Integrasi Rantai Pasok dan Operasional Berkelanjutan", yaitu Fitri Cindy Katili, S.T., M.T. menjelaskan, bahwa dalam ekosistem industri modern, efisiensi operasional sangat bergantung pada integrasi yang harmonis sejak dari sektor hulu (upstream), di mana strategi manajemen pengadaan (procurement) bertindak sebagai fondasi utama keunggulan operasional. 

Kata dia, mahasiswa dibekali kemampuan analitik untuk mengelola siklus pengadaan end-to-end secara presisi, mulai dari kepatuhan birokrasi Purchase Requisition (PR) hingga penerbitan Purchase Order (PO) yang mengikat. 

"Pendekatan pengadaan strategis ini tidak lagi sekadar mencari harga termurah, melainkan berfokus pada efisiensi jangka panjang melalui analisis Total Cost of Ownership (TCO) dan proses seleksi vendor kuantitatif menggunakan matriks scoring berbasis data riil pada parameter kualitas, harga, dan lead time," ujarnya di Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Rabu (13/5). 

Selain itu, Fitri menambahkan dengan penguasaan taktik negosiasi bisnis (B2B) dan manajemen risiko yang tangguh, strategi pengadaan ini secara efektif mampu mencegah kebocoran anggaran serta gangguan pasokan (supply disruption). Sehingga menciptakan aliran material yang stabil untuk dioptimalkan lebih lanjut melalui metodologi perbaikan berkelanjutan (PDCA) di sektor hilir operasional.

Sebelumnya, Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI), Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Dr. Abdullah, S.E., M.Si, memberi arahan penting dalam agenda Pelatihan Integrasi Rantai Pasok dan Operasional Berkelanjutan.

Selaku Dekan, ia berujar bahwa agenda ini merupakan bagian penting dari komitmen Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia dalam memperkuat sinergi antara pengembangan akademik dan peningkatan employability mahasiswa.

"Kami meyakini bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori di ruang kelas, tetapi juga harus mampu membentuk lulusan yang adaptif, kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia industri yang terus berkembang", ujarnya. 


Berita Lainnya