join_now_merah

KKN Tematik Nobel Indonesia Beri Solusi Praktis Guru Hadapi AI di Desa Mangki


11 September 2026 Nobel Indonesia Digital Creative

KKN Tematik Nobel Indonesia Beri Solusi Praktis Guru Hadapi AI di Desa Mangki
PINRANG, NIDC -- Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kerap memicu kekhawatiran di kalangan pendidik akan tergesernya peran guru di dalam kelas. 

Mematahkan stigma tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nobel Indonesia Institute Posko 11 Desa Mangki, Kecamatan Cempa, justru memberdayakan para guru lokal untuk menjadikan AI sebagai "asisten pintar" pengajar melalui pelatihan pemanfaatan teknologi, Jumat (11/9/2026).

Koordinator Desa (Kordes) Posko 11 Desa Mangki sekaligus pemateri kegiatan, Said Muhammad Ma'ruf, menegaskan bahwa kehadiran teknologi canggih ini tidak akan pernah bisa menggantikan sentuhan nurani seorang pendidik. 

Fokus utama saat ini, kata Said, adalah bagaimana guru mampu menguasai alat tersebut secara bijak. "AI bukan sekadar teknologi masa depan, tetapi bagian dari perubahan hari ini. Yang menentukan bukan seberapa canggih AI berkembang, melainkan seberapa bijak manusia menggunakannya. Guru yang adaptif tidak akan digantikan oleh AI, tetapi guru yang tidak menggunakan AI bisa jadi akan digantikan oleh guru yang memanfaatkannya," ungkap Said.

Said menambahkan, pemanfaatan teknologi ini dirancang agar para pendidik dapat menghemat waktu dalam menyusun perangkat mengajar, sehingga porsi energi guru bisa dialihkan sepenuhnya untuk mendampingi karakter siswa di kelas.

"Selama ini guru sering kehabisan waktu hanya untuk urusan administratif dan draf materi. Lewat pelatihan ini, kami ingin memastikan guru bisa menggunakan AI untuk membereskan urusan teknis dengan cepat, sehingga mereka punya lebih banyak waktu untuk fokus pada interaksi dan pendekatan emosional kepada peserta didik," tambahnya.

Dalam pelatihan interaktif tersebut, Said memandu para guru membongkar mitos rumitnya teknologi dengan mengajarkan alur kerja yang aplikatif. Peserta dilatih menyusun prompt (perintah) yang presisi untuk merancang draf bahan ajar, aktivitas kelas interaktif, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), hingga bank soal ujian dalam hitungan menit.

Tidak berhenti pada teks mentah, para guru juga diajarkan teknik kurasi data untuk memeriksa keakuratan hasil AI agar sesuai dengan karakter siswa, serta trik menyulap materi teks tersebut menjadi media visual yang menarik.

Melalui inovasi dari Posko 11 Desa Mangki ini, para pendidik di Kecamatan Cempa kini optimis bisa menghadirkan metode belajar yang jauh lebih kreatif tanpa harus kewalahan menghadapi beban administratif.


Berita Lainnya