join_now_merah

Alumni Nobel Indonesia Sebut Organisasi Jadi Kunci Penting Berkarir di Industri Pasar Modal


19 May 2026 Nobel Indonesia Digital Creative

Alumni Nobel Indonesia Sebut Organisasi Jadi Kunci Penting Berkarir di Industri Pasar Modal
NIDC -- Penguasaan teori di bangku kuliah dinilai belum cukup untuk mengantarkan mahasiswa sukses di industri pasar modal. Diperlukan penguatan soft skills dan pengalaman organisasi yang matang agar mampu bersaing dan bertahan (survive) di dunia profesional yang penuh tantangan.

Hal tersebut diutarakan dalam sesi Alumni Talk Batch 10 dengan tema "From Campus to Capital Market: Strategi Membangun Karir di Industri Pasar Modal Indonesia". Hadir sebagai narasumber, Arlia, alumnus Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia yang kini sukses berkarir di PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia, membagikan rahasia suksesnya menembus perusahaan sekuritas berstandar internasional berkat keaktifannya berorganisasi semasa kuliah.n"Dari pengalaman organisasi, saya bisa survive di lingkungan kerja saat ini," ungkap Arlia pada Selasa (19/5).

Menurutnya, organisasi kampus menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan yang tidak diajarkan di dalam kelas, mulai dari rasa tanggung jawab, seni bernegosiasi, memperluas relasi, hingga kemampuan berbicara di depan umum (public speaking). Nilai-nilai inilah yang kemudian ia terapkan secara nyata dalam profesinya sekarang.

Meski demikian, Arlia tidak menafikan pentingnya aspek akademis. Industri pasar modal membutuhkan pemahaman praktis yang kuat sejak dini.

"Selama perkuliahan kami diajarkan tidak tentang teori saja, tapi dikuatkan dengan ilmu secara praktikum. Dari perkuliahan pasar modal saya tahu tentang pasar modal sehingga sangat berguna untuk pekerjaan saya. Selain itu, kami mendapatkan kesempatan magang untuk menerapkan teori di perusahaan," jelasnya.

Meniti karir di PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia memberikan tantangan sekaligus kebanggaan tersendiri bagi alumnus ITB Nobel Indonesia ini. Berkarir di perusahaan multinasional menuntutnya untuk terus beradaptasi dengan hal baru—termasuk tantangan bahasa Korea—namun diimbangi dengan lingkungan kerja yang sehat, relasi yang luas, serta standar kerja internasional.

Di akhir acara, ia mengingatkan para mahasiswa dan alumni yang ingin mengikuti jejaknya di industri pasar modal bahwa fondasi paling utama dalam dunia profesional adalah skill dan tindakan nyata (action).

"Ilmu yang didapatkan secara teori tidak akan matang jika tidak dicoba dan dilakukan langsung. Tentukan kemampuan apa yang dominan dan perkuat dengan action. Bekerja bukan step akhir, tapi awal untuk dapat wadah belajar yang baru," pungkas Arlia.


Berita Lainnya