PANGKEP, NIDC -- Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia melalui Fakultas Teknologi Industri (FTI) resmi menjalin kerja sama dengan SMK Negeri 5 Pangkep melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan pada Senin (25/5).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala SMK Negeri 5 Pangkep, Muhammad Yusuf, S.Pd., M.Pd. beserta jajaran guru dan staf, serta Dekan Fakultas Teknologi Industri ITB Nobel Indonesia, Dr. Abdullah, S.E., M.Si. yang didampingi oleh Wakil Dekan II Bidang Kerjasama dan Hubungan Eksternal, Dr. Sri Prilmayanti, S.E., M.M., dan Ketua Program Studi Pendidikan Teknologi Indormasi, Nur Syamsinar Munir, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknologi Industri menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama yang dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pendidikan menengah kejuruan dan perguruan tinggi, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun dunia industri.
"Fakultas Teknologi Industri ITB Nobel Indonesia saat ini membina lima Program Studi Sarjana, yaitu Sistem dan Teknologi Informasi, Pendidikan Teknologi Informasi, Teknik Pertambangan, Teknik Industri, dan Teknologi Hasil Perikanan," ujar Doel sapaan akrabnya.
Sebelum penandatanganan MoU dilaksanakan, kata dia, Fakultas Teknologi Industri juga telah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama di lingkungan SMK Negeri 5 Pangkep.
Lebih jauh ia melanjutkan, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa hubungan kemitraan yang dibangun tidak hanya bersifat administratif, tetapi diwujudkan melalui program-program yang memberikan manfaat langsung bagi kedua institusi.
"Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak berkomitmen memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," tuturnya.
Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang lebih luas bagi siswa SMK Negeri 5 Pangkep yang ingin melanjutkan pendidikan ke Fakultas Teknologi Industri ITB Nobel Indonesia.
"Diharapkan kemitraan ini dapat terus berkembang menjadi kolaborasi yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan, masyarakat, serta pembangunan daerah," tukas eks Kepala LPMI Nobel Indonesia tersebut.